9/30/2018

Edi Obama: Perang Terbuka Lawan Nova Iriansyah Tidak Akan Mundur Selangkahpun



Berita terkini

Banda Aceh | Ketua DPC Demokrat Bireuen Edi Saputra atau Edi Obama mengaku bahwa memang dirinya yang menuliskan status di dinding Facebook Edi Saputra (Edi Obama). Status tersebut menyasar Ketua DPD Demokrat Aceh yang juga Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

Tulisan tersebut dia unggah pagi tadi, dan mengungkapkan sederet informasi mulai dari uang yang pernah disumbangkannya untuk kampanye pasangan Irwandi-Nova, hingga pinjaman pribadi Nova Iriansyah.


Nova Iriansyah Blokir WA Edi

"Jadi sebenarnya itu akibat kekecewaan saya terhadap seorang ketua DPD Demokrat," kata Edi saat dihubungi BERITAKINI.CO melalui telepon selulernya, Jumat (28/9/2018).

"Yang sudah tidak menghargai, dan tidak mempedulikan lagi orang-orang yang selama ini berjuang bersama beliau."

Edi mengungkapkan bahwa Nova Iriansyah telah memutus komunikasi dengannya, dan memblok WhatsApp-nya. Padahal, dia sebagai ketua DPC, selalu membantu Nova Iriansyah.

Karena itulah, kata Edi, terjadilah perang ini. "Perang keadilan dan kebenaran," katanya.

Apa sesungguhnya pangkal persoalan sehingga Anda begitu marah?

"Ada banyak, mulai dari dia meminta dan memerintahkan saya maju sebagai anggota DPR RI, tapi kemudian tidak direkomendasi, " katanya.

Nova Iriansyah dan Kekecewaan Edi Obama

Yang jadi soal, kata Edi, dia telah membentuk tim pemenangan di delapan kabupaten/kota untuk menindaklanjuti permintaan dan perintah Nova Iriansyah tersebut.

"Tapi kemudian direkomendasikan saja tidak, nama saya tidak ada, terus tidak ada kabar pula dari beliau," katanya.

Meski begitu, atas saran sejumlah rekannya di Partai Demokrat, dia akhirnya menerima untuk dicalonkan sebagai anggota DPRA dari Dapil 4.

Diapun kini telah masuk dalam Daftar Calon Tetap Anggota DPRA yang diumumkan KIP Aceh baru-baru ini.

Hal itu, kata Edi, sekaligus bukti untuk menepis berbagai rumor yang beredar selama ini. "Setelah saya menjadi calon tetap, Alhamdulillah telah terbukti bahwa saya tidak pernah dipidana, tidak pernah korupsi, dan kejahatan lainnya," kata Edi.

Di saat dirinya telah menerima semua perintah partai, dan dengan kapasitasnya sebagai ketua DPC, namun komunikasi malah diputus, akhirnya benar-benar membuat Edi meradang.

Edi mengatakan, seharusnya Nova mengatakan atau menegurnya jika dia memiliki kesalahan, bukan malah menutup akses komunikasi. "Ini yang tidak dapat saya terima," katanya.

Edi mengaku apa yang diungkapkannya di media sosial tersebut bukanlah fitnah. Semua dapat dipertanggungjawabkan. "Itu apa adanya," katanya.

Misal, soal donasi untuk dana kampanye pasangan Irwandi-Nova senilai Rp 8 miliar, kata Edi, semua ada rinciannya.

Tentang pinjaman pribadi, saat sebelum dilantik itu Rp 600 juta. Meski telah membayar lunas dengan mencicil.

Setelah dilantik sebagai wakil gubernur, Nova juga meminjam uangnya senilai Rp 250 juta, dan memang telah dibayar.

Meski telah mengungkapkan apa adanya, kata Edi, Nova juga tidak merespon apapun.

Sebagai Caleg Tetap Demokrat untuk Daerah Pemilihan 4 DPRA, mengaku tak takut dicoret dan dipecat sekalipun.

"Lo pecat gua, pecat! Lo coret gua, coret! Tidak ada masalah," katanya.

"Kalau sudah perang, apalagi di jalan kebenaran, saya tidak akan mundur. Apapun akan kita tempuh selama di jalan kebenaran."

Sementara itu, BERITAKINI.CO belum berhasil terhubung dengan Nova Iriansyah. Ditelepon ke nomor selulernya, dia tak menjawab. Pesan singkat yang dilayangkan juga tak berbalas.